Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) “Bangunlah Jiwa Raganya” Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja

Memahami betapa pentingnya sex education untuk anak guna mencegah pergaulan bebas, Tim SLB B-C YPCM Boyolali menyelenggarakan Seminar dengan tema “Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja” diadakan pada hari Sabtu, 15 September 2023 di aula Sekolah SLB B-C YPCM, Boyolali. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif untuk anak sebagai langkah untuk mencegah pergaulan bebas yang tidak sehat.

Melihat dari banyaknya kasus yang sangat marak saat ini, banyak pelajar yang hamil diluar nikah karena terjerumus ke pergaulan bebas. Oleh karena itu tim Tim Guru mengadakan sosialisasi yang dikemas dalam seminar ini kepada siswa Dan menggangap hal tersebut bukan suatu hal yang tabu bila diobrolkan.

Seminar ini menghadirkan langsung pemateri yang ahli dalam bidangnya, Ibu Siti Masitoh, AMd. Keb, S.Psi, salah satu orang yang bekerja dalam Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di Boyolali. Diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Anak-anak SMALB dan SMPLB Baik dari tuna rungu,tuna daksa, tuna grahita. Acara ini juga diikuti seluruh guru SLB B-C YPCM Boyolali. Di sana membahas berbagai aspek yang relevan, termasuk peran pendidikan seksual dalam mencegah pergaulan bebas, strategi komunikasi yang efektif dengan generasi Z, dan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan jujur dengan anak-anak. Ibu Masitoh menekankan perlunya memperkuat pendidikan seksual dalam sistem pendidikan dan dalam keluarga. Beliau menjelaskan bagaimana komunikasi yang komprehensif dan berbasis fakta dapat memberikan pemahaman yang seimbang tentang hubungan sehat, persetujuan, kontrasepsi, dan perlindungan diri.

Selain itu, seminar ini menyajikan studi kasus dan penelitian yang menyoroti dampak positif dari pendidikan seksual yang diberikan secara tepat. Para peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan perubahan apa yang dialami anak ketika bertemu lawan jenis dan apa yang perlu diketahui tentang dirinya dan orang lain. Bapak Eko kradiyanto, S.Psi selaku ketua acara saat ditemui menjelaskan bahwa “anak-anak remaja cenderung tidak memiliki kontrol terhadap dirinya, tidak berbeda dengan anak pada umumnya anak yang memiliki keterbutuhan khusus, juga perlu mengetahui batasan-batasan, norma, dampak negatif dari pergaulan bebas.”

Peserta seminar, yang terdiri dari pendidik, dan peserta didik, merasa seminar ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana melibatkan generasi Z secara efektif dan membantu mereka dalam membangun kesadaran tentang perlindungan diri dan hubungan yang sehat.