Bantu Ekonomi Anak Disabilitas, YPCM dan Pemdes Serahkan Bantuan di Senden Boyolali

Pemberian bantuan dari Pemdes Senden kepada anak dengan disabilitas, Selasa (21/11/2023)

Bantu Ekonomi Anak Disabilitas, YPCM dan Pemdes Serahkan Bantuan di Senden Boyolali

RBM – YPCM Boyolali bergerak membantu perekonomian keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Selasa (17/11/2023). Kolaborasi membantu penyandang disabilitas di lereng Gunung Merbabu tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Senden.

Ketua YPCM Boyolali, Rosihan Ari, mengatakan di Desa Senden terdapat beberapa anak penyandang disabilitas dengan latar belakang ekonomi keluarga di bawah rata-rata. Pemerintah Desa (Pemdes) Senden dan YPCM berusaha membantu meringankan beban mereka.

“Pemdes Senden berupaya membantu meringankan beban mereka dengan mengalokasikan anggaran desa untuk mendukung pendidikan dan kesehatan mereka (disabilitas),” kata Ari, Minggu (17/12/2023).

Ia menjelaskan tercetusnya kegiatan tersebut berawal dari kerja sama antara Pemdes Senden dan YPCM Boyolali. Ari menyampaikan pihaknya mengawali aksi dengan mengidentifikasi keberadaan penyandang disabilitas di Selo.

Kegiatan identifikasi penyandang disabilitas di Selo dialakukan oleh fasilitator YPCM dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan atau bidang di masing-masing desa.

“Selain identifikasi, kami juga berupaya memotret keadaan sosial ekonomi keluarganya. Dari hasil identifikasi tersebut, YPCM Boyolali membuka komunikasi dengan Pemerintah Desa Senden,” terang dia.

Setelah berkomunikasi, Pemdes Senden memberikan sinyal positif dengan berinisiatif memberikan anggaran dana desa (ADD) kepada para penyandang disabilitas. Tujuannya untuk memenui hak penyandang disabilitas di Senden.

Pada 2023 ini, bantuan diwujudkan dengan memberikan bantuan alat sekolah kepada lima anak dan sembako kepada sembilan anak.

Kepala Desa Senden, Sularsih, melalui fasilitator YPCM, Wahyuningsih, dan Sri Sunarni menyampaikan kegiatan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Direncanakan tahun depan, bantuannya akan diwujudkan dengan pemberian terapi kepada anak,” kata mereka.

Salah satu warga Senden yang merupakan orangtua dari anak penyandang disabilitas, Semi, merasa senang sekali dengan bantuan yang diberikan Pemdes Senden dan YPCM Boyolali.

“Saya merasa ada perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Desa kepada anak saya,” kata dia.

Pelatihan Hidroponik Sayuran SLB B-C YPCM Boyolali Bersama Karang Taruna Tandur Singkil, Boyolali

Pada Senin, 6 November 2023 Tim Guru mengadakan pelatihan hidroponik guna memanfaatkan lahan yang kosong di lantai 2 sekolah. Selain itu, Tim Guru ingin mengajarakan kepada peserta didik dalam menanam sayuran atau tumbuhan lainnya secara hidroponik. Tim Guru dibantu oleh Tim Hidroponik Tandur dari Singkil, Boyolali. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah.

                    Sambutan Kepala Sekolah

Hidroponik adalah salah satu cara untuk melakukan budidaya tanaman. Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan bisa dibudidayakan dengan menggunakan metode ini. Metode ini tidak menggunakan media tanam tanah namun diganti dengan menggunakan media air yang mengandung nutrisi serta mineral tertentu untuk menjadi media tanam. Menanam dengan teknik hidroponik adalah cara yang ramah lingkungan karena prosesnya menggunakan bahan-bahan alam dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. Karena prosesnya yang organik, maka sayur dan buah hasil budidaya hidroponik cenderung lebih sehat. “Sangat antusias sekali adik-adik ini dalam mendengarkan pemaparan dan praktik membuat hidroponik ini. Sangat aktif bertanya karna mungkin mereka mendapat hal baru” ujar Mas Irawan selaku ketua Tim Hidroponik Tandur. Sebelum melakukan praktek lapangan, para peserta didik diberi pengaran materi terkait apa yang harus dilakukan saat dilapangan nantinya. Teknik hidroponik memberikan banyak sekali manfaat, baik bagi tanamannya maupun bagi orang yang merawatnya.

                          Pemaparan Materi

Setelah pemaparan materi para peserta didik melakukan praktik. Mulai dari menanam benih di dalam spons, kemudian memindahkannya kedalam tempat hidroponik yang sudah disediakan oleh Tim Guru sebelumnya. Para peserta didik sangat berantusias dalam melakukan penanaman hidroponik. Sayur yang ditanam antara lain selada air, kanggung, dan pakcoy. “Saya sangat suka karena ini hal baru, jadi bisa praktek dirumah pakai botol aqua bekas bu” ujar Rakha salah seorang peserta didik. Pak Eko Kardiyanto selaku pembimbing dan penanggung jawab projek sekolah ini juga menuturkan banyak termakasih terhadap Tim Hidroponik Tandur yang sudah berkenan mengajarkan dan berbagi ilmu dengan peserta didik SLB B-C YPCM Boyolali. Peserta didik harus menunggu hingga 1 bulan guna memanen sayur yang sudah mereka tanam.

 

BERBAGI PRAKTEK BAIK : PSP 2 SLB B-C YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Berbagi Praktik Baik PSP 2 SLB YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Studi tiru merupakan hal yang umum dilakukan antar komunitas, organisasi, ataupun instansi. Yang mana memiliki tujuan untuk meniru pengalaman dan/atau keterampilan keberhasilan prestasi yang diraih instansi yang dikunjungi. Studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.  Studi tiru dilaksanakan dengan salah satu tujuan untuk membawa manfaat, meningkatkan sinergi, dan membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana Studi Tiru.

                      Foto Bersama Pengawas

Pada kesempatan ini, 18 Oktober 2023 SLB Yogyakarta sebagai sekolah penggerak 3 melakukan studi tiru dengan SLB B-C YPCM Boyolali sekolah penggerak 2. SLB B-C YPCM Boyolali telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak angkatan kedua pada tahun 2022 sehingga menjadi acuan dan sumber referensi bagi SLB Yogyakarta untuk menggali ilmu, pengalaman serta proses pembentukan kebijakan sekolah yang diterapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Acara diawali dengan sambutan kepala sekolah dari setiap sekolah, kemudian dilanjut oleh ibu pengawas dari Yogyakarta, dalam sambutannya beliau berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang telah dilakukan di SLB B-C YPCM Boyolali dan kemudian menyesuaikan dengan keadaan sekolah serta cara mengelola kekhasan budaya, pemilihan peminatan mapel dan pengelolaan komunitas praktisi. Dilanjutkan sambutan oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan V, Agung Wijayanto, S.Pd, M.Pd , dalam sambutannya beliau berharap dalam studi tiru ini dapat dilakukan sharing mengenai program sekolah penggerak dan praktik-praktik baik yang telah dilakukan di sekolah masing-masing serta studi tiru ini dapat menjadi awal untuk memulai Sister School.

Sambutan Kepala Sekolah SLB B-C YPCM Boyolali
Sambutan Kepala Cabang Dinas V Boyolali

Kegiatan ini diikuti oleh 65 orang, terdiri dari 2 pengawas, 4 kepala sekolah dan 59 dewan guru. Terdiri atas 4 Sekolahan yang terdiri dari SLB Dharma Bhakti, SLB Tunas Sejahtera, SLB PGRI Minggir dan SLB Bangun Putra. Selanjutnya kegiatan studi tiru ini diisi oleh pemaparan dari Guru Komite Pembelajaran, Alifa Husna, S.Sej tentang Pengelolaan Sekolah Penggerak, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan pemaparan Kurikulum Sekolah Penggerak.

     Pemaparan Pengimbasan oleh Guru Komite             Pembelajaran SLB B-C YPCM Boyolali

Setelah disajikan paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan keliling ke setiap ruangan supaya lebih maksimal dalam melakukan study tiru. Setiap sekolah diberi kesempatan untuk berkeliling mulai dari ruang display, kantin, salon, perpustakaan, ruang kelas, ruang memasak, ruang laundry, ruang musik dan diakhiri dengan lahan hidroponik.

Sesi Tanya Jawab
Pemaparan Display Karya Siswa
Tanya Jawab On Stage

 

Acara study tiru ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata oleh Kepala SLB B-C YPCM Boyolali kepada setiap Kepala Sekolah SLB Yogyakarta. Semoga apa yang kami bagikan ini semakin membawa pencerahan dan semangat serta menjadi motivasi untuk melaksanakan kurikulum Merdeka  dengan lebih baik lagi.

Penyerahan Kenang-Kenangan

 

Pembekalan Pendidikan Inklusi Bagi Guru Paud dan SD Kecamatan Selo

Para peserta Training of Trainer (ToT) Pembimbing Khusus Pendidikan Inklusi di Hotel The Amrani Syariah Solo, Sabtu dan Minggu (16-17/7/2022)

Sebanyak 25 guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali menghadiri kegiatan Training of Trainer (TOT) Pembimbing Khusus Pendidikan Inklusi di Hotel The Amrani Syariah Solo, Sabtu dan Minggu (16-17/7/2022).

Continue reading →

Ortu Jangan Tabu Beri Edukasi Terkait Reproduksi kepada Anak Difabel

Peserta mengikuti acara penyuluhan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Selo, Boyolali, Sabtu (22/1/2022)

Yayasan Penyandang Cacat Mental (YPCM) Boyolali menyelenggarakan acara penyuluhan tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Selo, Boyolali, pada Sabtu (22/1/2022). Acara ini diselenggarakan dengan mengundang 32 peserta terdiri atas orang tua dari anak penyandang disabilitas, guru dari anak disabilitas, dan bidan desa di Kecamatan Selo.

Continue reading →

Posyandu Tuntas, Layanan Terpadu untuk Remaja Disabilitas di Selo Boyolali

Kegiatan pembinaan kader posyandu, fasilitator Yayasan Penderita Cacat Mental (YPCM) Boyolali, dan orang tua dengan anak disabilitas di Puskesmas Selo, Senin (24/10/2022).

Guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas remaja di Kecamatan Selo, Puskesmas Selo bersama dengan Yayasan Penderita Cacat Mental (YPCM) Boyolali menginisiasi Posyandu Tumbuh tanpa Batas (Tuntas) untuk remaja disabilitas di Selo, Boyolali.

Continue reading →

Yakini Potensi Anak Down Syndrome, YPCM Boyolali Bekali Kemampuan Fasilitator

suasana workshop untuk fasilitator anak dengan down syndrome oleh YPCM Boyolali di Hotel Amrani Syariah Solo, Sabtu – Minggu (23 – 24/12/2022). Workshop tersebut digelar untuk membekali fasilitator anak dengan down syndrome untuk dapat lebih memahami dan menggali potensi anak dengan down syndrome.

Yayasan Penderita Cacat Mental (YPCM) Boyolali menggelar workshop Dukungan Pembelajaran Anak dengan Down Syndrome (DS) bagi para pendamping atau fasilitator bagi anak binaan di Hotel Amrani Syariah Solo, Sabtu – Minggu (23 – 24/12/2022).

Ketua YPCM Boyolali, Rosihan Ari, meyakini anak dengan down syndrome memiliki potensi kecerdasan dan kinestetik yang bisa dikembangkan. Sehingga, pelatihan tersebut diadakan untuk memberikan pembekalan bagi fasilitator anak down syndrome.

Continue reading →