BERBAGI PRAKTEK BAIK : PSP 2 SLB B-C YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Berbagi Praktik Baik PSP 2 SLB YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Studi tiru merupakan hal yang umum dilakukan antar komunitas, organisasi, ataupun instansi. Yang mana memiliki tujuan untuk meniru pengalaman dan/atau keterampilan keberhasilan prestasi yang diraih instansi yang dikunjungi. Studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.  Studi tiru dilaksanakan dengan salah satu tujuan untuk membawa manfaat, meningkatkan sinergi, dan membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana Studi Tiru.

                      Foto Bersama Pengawas

Pada kesempatan ini, 18 Oktober 2023 SLB Yogyakarta sebagai sekolah penggerak 3 melakukan studi tiru dengan SLB B-C YPCM Boyolali sekolah penggerak 2. SLB B-C YPCM Boyolali telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak angkatan kedua pada tahun 2022 sehingga menjadi acuan dan sumber referensi bagi SLB Yogyakarta untuk menggali ilmu, pengalaman serta proses pembentukan kebijakan sekolah yang diterapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Acara diawali dengan sambutan kepala sekolah dari setiap sekolah, kemudian dilanjut oleh ibu pengawas dari Yogyakarta, dalam sambutannya beliau berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang telah dilakukan di SLB B-C YPCM Boyolali dan kemudian menyesuaikan dengan keadaan sekolah serta cara mengelola kekhasan budaya, pemilihan peminatan mapel dan pengelolaan komunitas praktisi. Dilanjutkan sambutan oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan V, Agung Wijayanto, S.Pd, M.Pd , dalam sambutannya beliau berharap dalam studi tiru ini dapat dilakukan sharing mengenai program sekolah penggerak dan praktik-praktik baik yang telah dilakukan di sekolah masing-masing serta studi tiru ini dapat menjadi awal untuk memulai Sister School.

Sambutan Kepala Sekolah SLB B-C YPCM Boyolali
Sambutan Kepala Cabang Dinas V Boyolali

Kegiatan ini diikuti oleh 65 orang, terdiri dari 2 pengawas, 4 kepala sekolah dan 59 dewan guru. Terdiri atas 4 Sekolahan yang terdiri dari SLB Dharma Bhakti, SLB Tunas Sejahtera, SLB PGRI Minggir dan SLB Bangun Putra. Selanjutnya kegiatan studi tiru ini diisi oleh pemaparan dari Guru Komite Pembelajaran, Alifa Husna, S.Sej tentang Pengelolaan Sekolah Penggerak, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan pemaparan Kurikulum Sekolah Penggerak.

     Pemaparan Pengimbasan oleh Guru Komite             Pembelajaran SLB B-C YPCM Boyolali

Setelah disajikan paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan keliling ke setiap ruangan supaya lebih maksimal dalam melakukan study tiru. Setiap sekolah diberi kesempatan untuk berkeliling mulai dari ruang display, kantin, salon, perpustakaan, ruang kelas, ruang memasak, ruang laundry, ruang musik dan diakhiri dengan lahan hidroponik.

Sesi Tanya Jawab
Pemaparan Display Karya Siswa
Tanya Jawab On Stage

 

Acara study tiru ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata oleh Kepala SLB B-C YPCM Boyolali kepada setiap Kepala Sekolah SLB Yogyakarta. Semoga apa yang kami bagikan ini semakin membawa pencerahan dan semangat serta menjadi motivasi untuk melaksanakan kurikulum Merdeka  dengan lebih baik lagi.

Penyerahan Kenang-Kenangan

 

“PIKABU BLISS” Manisnya Bikin Nagih 100% Bahan Ori

Sepertinya sudah tidak asing lagi dengan jajanan atau cemilan keripik pisang coklat lumer yang renyah ini. Pikabu Bliss adalah salah satu brand yang dimiliki oleh SLB B-C YPCM Boyolali yang diproduksi langsung oleh siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali. Pikabu Bliss atau sering orang menyebutnya kripik pisang coklat lumer merupakan salah satu ide jajanan atau cemilan sederhana yang ekonomis, enak, dan banyak digemari pelanggan. Renyahnya pikabu bliss dengan lumernya lelehan coklat menambah lezat cita rasa jajanan kripik pisang yang satu ini.

Tujuan diadakannya pembuatan makanan ringan ini adalah untuk membekali dan mengajarkan kepada para siswa siswi bahwa siswa-siswi disabilitas juga dapat berkreasi dengan segala keterbatasannya.

Bahan-Bahan Pikabu Bliss antara lain;

– 1 sisir pisang kepok

– 1 liter minyak goreng

– 420 gram cokolata (bisa disesuaikan selera untuk merk)

– 70 gram gula halus

– 130 ml minyak

Cara Membuat;

1. Siapkan wadah dengan isian air. Lalu kupas 1 sisir pisang kepok yang masih keras dan simpan di wadah tersebut supaya pisang tidak menghitam terkena getah.

2. Siapkan wajan dan panaskan minyak, kemudian iris tipis pisang menggunakan parutan supaya lebih cepat dan hasilnya tipis merata.

3. Selanjutnya, goreng pisang. Jangan lupa sesekali diaduk supaya garing merata. Setelah matang, angkat lalu tiriskan sejenak.

4. Setelah itu siapkan bahan coklat leleh, kami menggunakan coklat batang premium yaitu cokolata yang telah dipotong-potong, gula halus, dan minyak. Usahakan jangan gunakan minyak curah karena bisa membuat keripik lebih cepat tengik.

5. Untuk membuat lelehan coklat gunakan 2 buah wadah: wajan kecil dan wajan besar.

6. Jadi, untuk wajan yang kecil diberi air dan panaskan di atas kompor. Kemudian wajan besar bisa diisi dengan coklat batang, lalu diletakkan di atas wajan kecil.

7. Siapkan juga 130 ml minyak yang dipanaskan.

8. Aduk-aduk coklat batang sampai semuanya meleleh. Setelah itu, tuang minyak yang masih hangat. Aduk kembali sampai merata dan masak dengan api kecil.

9. Ayak terlebih dahulu gula halus, baru setelahnya tuangkan pada lelehan coklat lalu aduk-aduk sampai semua tercampur rata.

10. Setelah semuanya tercampur, matikan kompor. Lalu masukkan keripik pisang yang sudah digoreng dan aduk-aduk perlahan agar tidak mudah hancur.

11. Jika sudah tercampur rata, diamkan sejenak keripik agar lebih dingin dan kering. Setelah itu barulah dikemas atau disajikan. Untuk berat bersih isian keripik dan harganya bisa disesuaikan dengan modal yang dipakai.

Pikabu Bliss ini juga sudah dilarisi oleh banyak kalangan. Sudah sekitar 250 box pemesenan juga dari luar kota Boyolali, antara lain Kota Semarang, Klaten, Bandung, Jakarta, Surakarta, dan masih banyak lagi. Bahkan Bapak Bupati Boyolali juga melarisi produk kami di saat event Boyolali Expo, 16 September 2023. Beliau mengungkapkan bangga dengan karya siswa siswi SLB B-C YPCM Boyolali dan berani mengekspose karyanya.

 

 

 

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) “Bangunlah Jiwa Raganya” Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja

Memahami betapa pentingnya sex education untuk anak guna mencegah pergaulan bebas, Tim SLB B-C YPCM Boyolali menyelenggarakan Seminar dengan tema “Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja” diadakan pada hari Sabtu, 15 September 2023 di aula Sekolah SLB B-C YPCM, Boyolali. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif untuk anak sebagai langkah untuk mencegah pergaulan bebas yang tidak sehat.

Melihat dari banyaknya kasus yang sangat marak saat ini, banyak pelajar yang hamil diluar nikah karena terjerumus ke pergaulan bebas. Oleh karena itu tim Tim Guru mengadakan sosialisasi yang dikemas dalam seminar ini kepada siswa Dan menggangap hal tersebut bukan suatu hal yang tabu bila diobrolkan.

Seminar ini menghadirkan langsung pemateri yang ahli dalam bidangnya, Ibu Siti Masitoh, AMd. Keb, S.Psi, salah satu orang yang bekerja dalam Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di Boyolali. Diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Anak-anak SMALB dan SMPLB Baik dari tuna rungu,tuna daksa, tuna grahita. Acara ini juga diikuti seluruh guru SLB B-C YPCM Boyolali. Di sana membahas berbagai aspek yang relevan, termasuk peran pendidikan seksual dalam mencegah pergaulan bebas, strategi komunikasi yang efektif dengan generasi Z, dan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan jujur dengan anak-anak. Ibu Masitoh menekankan perlunya memperkuat pendidikan seksual dalam sistem pendidikan dan dalam keluarga. Beliau menjelaskan bagaimana komunikasi yang komprehensif dan berbasis fakta dapat memberikan pemahaman yang seimbang tentang hubungan sehat, persetujuan, kontrasepsi, dan perlindungan diri.

Selain itu, seminar ini menyajikan studi kasus dan penelitian yang menyoroti dampak positif dari pendidikan seksual yang diberikan secara tepat. Para peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan perubahan apa yang dialami anak ketika bertemu lawan jenis dan apa yang perlu diketahui tentang dirinya dan orang lain. Bapak Eko kradiyanto, S.Psi selaku ketua acara saat ditemui menjelaskan bahwa “anak-anak remaja cenderung tidak memiliki kontrol terhadap dirinya, tidak berbeda dengan anak pada umumnya anak yang memiliki keterbutuhan khusus, juga perlu mengetahui batasan-batasan, norma, dampak negatif dari pergaulan bebas.”

Peserta seminar, yang terdiri dari pendidik, dan peserta didik, merasa seminar ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana melibatkan generasi Z secara efektif dan membantu mereka dalam membangun kesadaran tentang perlindungan diri dan hubungan yang sehat.

Pengging Fair 2023 “INI KARYA KAMI, KAMI BEDA KAMI BISA””

Pengging Fair diadakan dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Event ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1967 hingga sekarang dengan menampilkan pertunjukan kesenian dan musik dalam satu panggung. Acara juga dimeriahkan dengan karnaval dari beberapa sekolah ataupun komunitas lainnya. Acara Pengging Fair bakal berlangsung di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono,  Kabupaten Boyolali pada 9 September 2023.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat yang berkesempatan membuka acara ini. Menurut orang nomor satu di Kabupaten ini, “masyarakat Kabupaten Boyolali sebenarnya memiliki kreatifitas dan inovasi sekalipun mereka memiliki keterbatasan seperti siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali ini. Sehingga Bupati Said berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan dikembangkan sebagai wujud untuk menjaga nilai nilai budaya serta menunjukkan bahwa dengan keterbatasan mental tidak mengurangi semangat para disabilitas untuk terus menunjukkan potensi yang mereka miliki.”

Ketua Panitia, Rio Ade Candra menyampaikan bahwa acara ini diawali dengan kirab budaya yang diikuti oleh 23 peserta. Kirab tersebut dimulai dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono dan finish di panggung utama yang ada di Alun Alun Pengging. Tiba di panggung utama, para peserta menunggu giliran untuk tampil dihadapan Bupati Boyolali. Mereka menampilkan berbagai atraksi seni budaya yang tampak menghibur. Dimana SLB B-C YPCM Boyolali turut memeriahkan acara tersebut dengan menampilkan gedruk, drumband, dan fashon show. Salah satu siswa yang mengikuti acara ini menyampaikan “saya suka, karena saya merasa bisa menunjukkan kepada teman-teman diluar bahwa anak SLB seperti kami juga bisa berkarya dan berkontribusi untuk meramaikan acara-acara besar seperti Pengging Fair ini”. 

Bupati Kabupaten Boyolali sangat antusias dengan apa yang ditampilkan siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali. Beliau merasa sangat bangga dengan para siswa-siswi disabilitas yang dengan bangga menampilkan dan memeriahkan acara Pengging Fair 2023 ini. Ucapan terima kasih dari ketua panitia beserta jajarannya disampaikan kepada siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali secara langsung setelah melakukan foto bersama dengan Bupati Boyolali.