SLB B-C YPCM Boyolali Turut Meramaikan “Pekan Budaya Difabel” di Balai Kota Surakarta

 

Pekan Budaya Difabel 2023 (10/9/2012dengan tema ”Diverse Colors Of Human” yang bertempatkan di Balai Kota Surakarta kali ini melibatkan seluruh siswa siswi SLB se-karisidenan Surakarta dan beberapa komunitas difabel jawa tengah. Ajang yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Surakarta ini diharapkan menjadi perayaan berkarya para difabel yang mendapat apresiasi dan perhatian dari masyarakat luas. arapannya PBD kali ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Ketika PBD hadir di tengah – tengah masyarakat, memberikan pelajaran untuk berinteraksi difabel dan masyarakat sehingga kita tahu bagaimana cara menghargai difabel. Intinya kita semua setara, justru teman-teman difabel sangat hebat di tengah keterbatasan mempunyai karya-karya yang luar biasa. Kami ingin menjadikan PBD ini menjadi ajang seni budaya yang sangat istimewa karena tidak hanya melibatkan difabel tetapi kita semua,” ungkap Supono, M.Pd selaku ketua Dikbud Boyolali yang merekomendasikan SLB B-C YPCM Boyolali untuk berkontribusi dalam acara PBD di Surakarta.

Pada kesempatan kali ini SLB B-C YPCM Boyolali menampilkan angklung, band, pantomim dan cipta karya puisi. Dimana angklung dimainkan oleh anak-anak tunarungu, band anak-anak tunagrahita, pantomim anak-anak tunarungu, dan cipta karya puisi anak-anak tunadaksa dan tunagrahita. Banyak apresiasi yang diberikan kepada anak-anak SLB.

Bantu Ekonomi Anak Disabilitas, YPCM dan Pemdes Serahkan Bantuan di Senden Boyolali

Pemberian bantuan dari Pemdes Senden kepada anak dengan disabilitas, Selasa (21/11/2023)

Bantu Ekonomi Anak Disabilitas, YPCM dan Pemdes Serahkan Bantuan di Senden Boyolali

RBM – YPCM Boyolali bergerak membantu perekonomian keluarga yang memiliki anak dengan disabilitas di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali pada Selasa (17/11/2023). Kolaborasi membantu penyandang disabilitas di lereng Gunung Merbabu tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Senden.

Ketua YPCM Boyolali, Rosihan Ari, mengatakan di Desa Senden terdapat beberapa anak penyandang disabilitas dengan latar belakang ekonomi keluarga di bawah rata-rata. Pemerintah Desa (Pemdes) Senden dan YPCM berusaha membantu meringankan beban mereka.

“Pemdes Senden berupaya membantu meringankan beban mereka dengan mengalokasikan anggaran desa untuk mendukung pendidikan dan kesehatan mereka (disabilitas),” kata Ari, Minggu (17/12/2023).

Ia menjelaskan tercetusnya kegiatan tersebut berawal dari kerja sama antara Pemdes Senden dan YPCM Boyolali. Ari menyampaikan pihaknya mengawali aksi dengan mengidentifikasi keberadaan penyandang disabilitas di Selo.

Kegiatan identifikasi penyandang disabilitas di Selo dialakukan oleh fasilitator YPCM dan bekerja sama dengan tenaga kesehatan atau bidang di masing-masing desa.

“Selain identifikasi, kami juga berupaya memotret keadaan sosial ekonomi keluarganya. Dari hasil identifikasi tersebut, YPCM Boyolali membuka komunikasi dengan Pemerintah Desa Senden,” terang dia.

Setelah berkomunikasi, Pemdes Senden memberikan sinyal positif dengan berinisiatif memberikan anggaran dana desa (ADD) kepada para penyandang disabilitas. Tujuannya untuk memenui hak penyandang disabilitas di Senden.

Pada 2023 ini, bantuan diwujudkan dengan memberikan bantuan alat sekolah kepada lima anak dan sembako kepada sembilan anak.

Kepala Desa Senden, Sularsih, melalui fasilitator YPCM, Wahyuningsih, dan Sri Sunarni menyampaikan kegiatan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Direncanakan tahun depan, bantuannya akan diwujudkan dengan pemberian terapi kepada anak,” kata mereka.

Salah satu warga Senden yang merupakan orangtua dari anak penyandang disabilitas, Semi, merasa senang sekali dengan bantuan yang diberikan Pemdes Senden dan YPCM Boyolali.

“Saya merasa ada perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Desa kepada anak saya,” kata dia.

Selamat! 2 Siswa SLB YPCM Boyolali Raih Juara Pesokab Boyolali

SLB YPCM Boyolali – Kabar gembira dan membanggakan diraih oleh dua siswa SLB YPCM Boyolali. Dua siswa atas nama Dani dan Nunik berhasil menyabet gelar jawara dalam Pekan Spesial Olimpic Kabupaten (Pesokab) II Boyolali 2023. Kegiatan itu dilaksanakan di SLBN Boyolali pada Rabu (6/12/2023).

Sebagai informasi, kegiatan ini digelar oleh Pmerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Special Olympic Indonesia (Soina) Kabupaten Boyolali.

Ajang olahraga tersebut bertujuan menggali potensi atlet dari kalangan tunagrahita dan down syndrome. Guru dari SLB YPCM Boyolali, Indras Sri Harjanti, menyampaikan sekolahnya mengirimkan tiga atlet untuk ajang lomba lompat jauh tanpa awalan. Kemudian, lima atlet untuk lomba bocce.

Ia mengungkapkan lomba bola bocce diperuntukkan untuk anak down syndrome sedangkan untuk lompat jauh tanpa awalan untuk anak tunagrahita. Sebelum lomba, para atlet dari sekolahnya dibimbing terlebih dahulu.

“Kami mendapatkan juara I untuk lomba lompat jauh tanpa awalan kategori putra atas nama Dani dan juara II lomba lompat jauh kategori putri atas nama Nunik,” jelas dia, Minggu (17/12/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan lomba tersebut tidak berjenjang dan hanya di tingkat Kabupaten Boyolali. Namun, Indras berharap dengan adanya lomba PeSOKab di Boyolali dapat mencetak siswa berprestasi dalam olahraga bocce dan lompat jauh tanpa awalan. Selain itu, ia juga berharap ajang tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para siswa.

Sementara itu, Ketua Pesokab Boyolali 2023, Aryadi Yuli Kristiawan, mengatakan kegiatan yang digelar sehari tersebut diikuti 58 peserta dari 10 kecamatan.

“Spesial Olimpic itu adalah ajang yang pesertanya adalah atlet berkebutuhan khusus, khususnya tunagrahita. Pada Pesokab tahun ini diikuti oleh 58 peserta dari 10 kecamatan di Kabupaten Boyolali,” jelasnya dilansir dari Solopos.com.

Ia menjelaskan terdapat empat cabang olahraga (cabor) yang dikompetisikan dalam Pesokab II Boyolali yaitu bocce putra, bocce putri, lompat jauh tanpa awalan putra, dan lompat jauh awalan putri.

Aryadi berharap dengan gelaran Pesokab II Boyolali dapat menemukan bibit atlet di Boyolali untuk gelaran special olympic di tingkat yang lebih tinggi.

“Harapannya, kami bisa memiliki atlet-atlet spesial olimpik dari Boyolali untuk bisa mewakili ke ajang yang lebih tinggi. Semisal di ajang di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menginformasikan sebelumnya prestasi telah ditorehkan atlet disabilitas asal Boyolali dalam ajang Boccegames di Semarang pada Mei 2023 lalu. Aryadi mengatakan pada gelaran Boccagames tersebut, atlet asal Kota Susu berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu medali perak.

Gerakan Literasi Bersama SLB B-C YPCM Boyolali Guna Mengenalkan Hal Baru “Salam Literasi”

Salam Literasi !!

Sambutan dari Perpustakaan Daerah Boyolali

 

Literasi sangat berguna dalam kehidupan kita di dunia ini, karena dalam mehamai informasi kita harus punya kemampuan membaca dan juga memahaminya dengan baik. Jika kita tidak menerapkan Literasi dalam kehidupan sehari-hari maka kita tidak bisa memilah informasi yang didapatkan dengan baik. Literasi juga memiliki beberapa jenis, yang mana setiap jenis literasi memiliki tujuan dan manfaat tersendiri bagi individu dan masyarakat. Beberapa jenis literasi yaitu ada literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi finansial, dll.

Pada kesempatan kali ini (Rabu,8 November 2023) para siswa mengunjungi perpustakaan daerah Boyolali. Penyambutan yang sangat hangat, dimana sudah disediakan fasilitas khusus difabel. Terdapat 4 lanta di Perpustakaan Daerah Boyolali. PAra siswa diperlihatkan ruang audiovisual lantai 2 kemudian dilanjutkan ke ruang baca lantai 4. “Siswa yang luar biasa semangatnya untuk mengetahui hal-hal baru yang ada disekitarnya. Walau banyak kurangnya mereka tetap semangat untuk belajar dan terus belajar” ujar Bu Rohmiati selaku penanggung kunjungan.

Literasi merupakan hal yang sangat penting karena dengan literasi pikiran kita akan terbuka untuk menemukan solusi dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan literasi kita tidak gampang ditipu oleh hoaks, sehingga kita lebih selektif dalam menerima informasi. Rendahnya budaya literasi juga merupakan permasalahan kompleks yang memerlukan pendekatan multifaset untuk mengatasinya. Dengan mendorong kebiasaan membaca, meningkatkan akses terhadap bahan bacaan, mendorong literasi digital, meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi, dan berinvestasi pada infrastruktur pendidikan, Indonesia dapat berupaya meningkatkan angka melek huruf dan mendorong budaya literasi.

“sering-sering ke perpustakan ya pak, banyak buku yang ingin saya baca. banyak buku yang ada gambarnya juga. ada ac juga jadinya enak” ujar salah satu murid tunagrahita. Hal ini menggambarkan bahwa dengan keterbatasan mental atau fisik tidak menghalangi mereka untuk menggali pelajaran, informasi atau ilmu yang ada diluar sekolah. Antusiasme para siswa menunjukkan bahwa “Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan menulis kamu dikenal dunia.”

 

 

Pelatihan Hidroponik Sayuran SLB B-C YPCM Boyolali Bersama Karang Taruna Tandur Singkil, Boyolali

Pada Senin, 6 November 2023 Tim Guru mengadakan pelatihan hidroponik guna memanfaatkan lahan yang kosong di lantai 2 sekolah. Selain itu, Tim Guru ingin mengajarakan kepada peserta didik dalam menanam sayuran atau tumbuhan lainnya secara hidroponik. Tim Guru dibantu oleh Tim Hidroponik Tandur dari Singkil, Boyolali. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah.

                    Sambutan Kepala Sekolah

Hidroponik adalah salah satu cara untuk melakukan budidaya tanaman. Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan bisa dibudidayakan dengan menggunakan metode ini. Metode ini tidak menggunakan media tanam tanah namun diganti dengan menggunakan media air yang mengandung nutrisi serta mineral tertentu untuk menjadi media tanam. Menanam dengan teknik hidroponik adalah cara yang ramah lingkungan karena prosesnya menggunakan bahan-bahan alam dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. Karena prosesnya yang organik, maka sayur dan buah hasil budidaya hidroponik cenderung lebih sehat. “Sangat antusias sekali adik-adik ini dalam mendengarkan pemaparan dan praktik membuat hidroponik ini. Sangat aktif bertanya karna mungkin mereka mendapat hal baru” ujar Mas Irawan selaku ketua Tim Hidroponik Tandur. Sebelum melakukan praktek lapangan, para peserta didik diberi pengaran materi terkait apa yang harus dilakukan saat dilapangan nantinya. Teknik hidroponik memberikan banyak sekali manfaat, baik bagi tanamannya maupun bagi orang yang merawatnya.

                          Pemaparan Materi

Setelah pemaparan materi para peserta didik melakukan praktik. Mulai dari menanam benih di dalam spons, kemudian memindahkannya kedalam tempat hidroponik yang sudah disediakan oleh Tim Guru sebelumnya. Para peserta didik sangat berantusias dalam melakukan penanaman hidroponik. Sayur yang ditanam antara lain selada air, kanggung, dan pakcoy. “Saya sangat suka karena ini hal baru, jadi bisa praktek dirumah pakai botol aqua bekas bu” ujar Rakha salah seorang peserta didik. Pak Eko Kardiyanto selaku pembimbing dan penanggung jawab projek sekolah ini juga menuturkan banyak termakasih terhadap Tim Hidroponik Tandur yang sudah berkenan mengajarkan dan berbagi ilmu dengan peserta didik SLB B-C YPCM Boyolali. Peserta didik harus menunggu hingga 1 bulan guna memanen sayur yang sudah mereka tanam.

 

BERBAGI PRAKTEK BAIK : PSP 2 SLB B-C YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Berbagi Praktik Baik PSP 2 SLB YPCM Boyolali dengan PSP 3 SLB Yogyakarta

Studi tiru merupakan hal yang umum dilakukan antar komunitas, organisasi, ataupun instansi. Yang mana memiliki tujuan untuk meniru pengalaman dan/atau keterampilan keberhasilan prestasi yang diraih instansi yang dikunjungi. Studi tiru merupakan konsep belajar yang dilakukan pada suatu institusi yang dianggap lebih kompeten dalam suatu hal dengan maksud peningkatan mutu, perluasan usaha, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, perbaikan dan peraturan perundangan.  Studi tiru dilaksanakan dengan salah satu tujuan untuk membawa manfaat, meningkatkan sinergi, dan membangun kerja sama antara masing-masing lembaga pelaksana Studi Tiru.

                      Foto Bersama Pengawas

Pada kesempatan ini, 18 Oktober 2023 SLB Yogyakarta sebagai sekolah penggerak 3 melakukan studi tiru dengan SLB B-C YPCM Boyolali sekolah penggerak 2. SLB B-C YPCM Boyolali telah ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak angkatan kedua pada tahun 2022 sehingga menjadi acuan dan sumber referensi bagi SLB Yogyakarta untuk menggali ilmu, pengalaman serta proses pembentukan kebijakan sekolah yang diterapkan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Acara diawali dengan sambutan kepala sekolah dari setiap sekolah, kemudian dilanjut oleh ibu pengawas dari Yogyakarta, dalam sambutannya beliau berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang telah dilakukan di SLB B-C YPCM Boyolali dan kemudian menyesuaikan dengan keadaan sekolah serta cara mengelola kekhasan budaya, pemilihan peminatan mapel dan pengelolaan komunitas praktisi. Dilanjutkan sambutan oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan V, Agung Wijayanto, S.Pd, M.Pd , dalam sambutannya beliau berharap dalam studi tiru ini dapat dilakukan sharing mengenai program sekolah penggerak dan praktik-praktik baik yang telah dilakukan di sekolah masing-masing serta studi tiru ini dapat menjadi awal untuk memulai Sister School.

Sambutan Kepala Sekolah SLB B-C YPCM Boyolali
Sambutan Kepala Cabang Dinas V Boyolali

Kegiatan ini diikuti oleh 65 orang, terdiri dari 2 pengawas, 4 kepala sekolah dan 59 dewan guru. Terdiri atas 4 Sekolahan yang terdiri dari SLB Dharma Bhakti, SLB Tunas Sejahtera, SLB PGRI Minggir dan SLB Bangun Putra. Selanjutnya kegiatan studi tiru ini diisi oleh pemaparan dari Guru Komite Pembelajaran, Alifa Husna, S.Sej tentang Pengelolaan Sekolah Penggerak, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan pemaparan Kurikulum Sekolah Penggerak.

     Pemaparan Pengimbasan oleh Guru Komite             Pembelajaran SLB B-C YPCM Boyolali

Setelah disajikan paparan dilanjutkan dengan tanya jawab dan keliling ke setiap ruangan supaya lebih maksimal dalam melakukan study tiru. Setiap sekolah diberi kesempatan untuk berkeliling mulai dari ruang display, kantin, salon, perpustakaan, ruang kelas, ruang memasak, ruang laundry, ruang musik dan diakhiri dengan lahan hidroponik.

Sesi Tanya Jawab
Pemaparan Display Karya Siswa
Tanya Jawab On Stage

 

Acara study tiru ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata oleh Kepala SLB B-C YPCM Boyolali kepada setiap Kepala Sekolah SLB Yogyakarta. Semoga apa yang kami bagikan ini semakin membawa pencerahan dan semangat serta menjadi motivasi untuk melaksanakan kurikulum Merdeka  dengan lebih baik lagi.

Penyerahan Kenang-Kenangan

 

“PIKABU BLISS” Manisnya Bikin Nagih 100% Bahan Ori

Sepertinya sudah tidak asing lagi dengan jajanan atau cemilan keripik pisang coklat lumer yang renyah ini. Pikabu Bliss adalah salah satu brand yang dimiliki oleh SLB B-C YPCM Boyolali yang diproduksi langsung oleh siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali. Pikabu Bliss atau sering orang menyebutnya kripik pisang coklat lumer merupakan salah satu ide jajanan atau cemilan sederhana yang ekonomis, enak, dan banyak digemari pelanggan. Renyahnya pikabu bliss dengan lumernya lelehan coklat menambah lezat cita rasa jajanan kripik pisang yang satu ini.

Tujuan diadakannya pembuatan makanan ringan ini adalah untuk membekali dan mengajarkan kepada para siswa siswi bahwa siswa-siswi disabilitas juga dapat berkreasi dengan segala keterbatasannya.

Bahan-Bahan Pikabu Bliss antara lain;

– 1 sisir pisang kepok

– 1 liter minyak goreng

– 420 gram cokolata (bisa disesuaikan selera untuk merk)

– 70 gram gula halus

– 130 ml minyak

Cara Membuat;

1. Siapkan wadah dengan isian air. Lalu kupas 1 sisir pisang kepok yang masih keras dan simpan di wadah tersebut supaya pisang tidak menghitam terkena getah.

2. Siapkan wajan dan panaskan minyak, kemudian iris tipis pisang menggunakan parutan supaya lebih cepat dan hasilnya tipis merata.

3. Selanjutnya, goreng pisang. Jangan lupa sesekali diaduk supaya garing merata. Setelah matang, angkat lalu tiriskan sejenak.

4. Setelah itu siapkan bahan coklat leleh, kami menggunakan coklat batang premium yaitu cokolata yang telah dipotong-potong, gula halus, dan minyak. Usahakan jangan gunakan minyak curah karena bisa membuat keripik lebih cepat tengik.

5. Untuk membuat lelehan coklat gunakan 2 buah wadah: wajan kecil dan wajan besar.

6. Jadi, untuk wajan yang kecil diberi air dan panaskan di atas kompor. Kemudian wajan besar bisa diisi dengan coklat batang, lalu diletakkan di atas wajan kecil.

7. Siapkan juga 130 ml minyak yang dipanaskan.

8. Aduk-aduk coklat batang sampai semuanya meleleh. Setelah itu, tuang minyak yang masih hangat. Aduk kembali sampai merata dan masak dengan api kecil.

9. Ayak terlebih dahulu gula halus, baru setelahnya tuangkan pada lelehan coklat lalu aduk-aduk sampai semua tercampur rata.

10. Setelah semuanya tercampur, matikan kompor. Lalu masukkan keripik pisang yang sudah digoreng dan aduk-aduk perlahan agar tidak mudah hancur.

11. Jika sudah tercampur rata, diamkan sejenak keripik agar lebih dingin dan kering. Setelah itu barulah dikemas atau disajikan. Untuk berat bersih isian keripik dan harganya bisa disesuaikan dengan modal yang dipakai.

Pikabu Bliss ini juga sudah dilarisi oleh banyak kalangan. Sudah sekitar 250 box pemesenan juga dari luar kota Boyolali, antara lain Kota Semarang, Klaten, Bandung, Jakarta, Surakarta, dan masih banyak lagi. Bahkan Bapak Bupati Boyolali juga melarisi produk kami di saat event Boyolali Expo, 16 September 2023. Beliau mengungkapkan bangga dengan karya siswa siswi SLB B-C YPCM Boyolali dan berani mengekspose karyanya.

 

 

 

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) “Bangunlah Jiwa Raganya” Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja

Memahami betapa pentingnya sex education untuk anak guna mencegah pergaulan bebas, Tim SLB B-C YPCM Boyolali menyelenggarakan Seminar dengan tema “Pendidikan Sex Bagi Siswa Remaja” diadakan pada hari Sabtu, 15 September 2023 di aula Sekolah SLB B-C YPCM, Boyolali. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif untuk anak sebagai langkah untuk mencegah pergaulan bebas yang tidak sehat.

Melihat dari banyaknya kasus yang sangat marak saat ini, banyak pelajar yang hamil diluar nikah karena terjerumus ke pergaulan bebas. Oleh karena itu tim Tim Guru mengadakan sosialisasi yang dikemas dalam seminar ini kepada siswa Dan menggangap hal tersebut bukan suatu hal yang tabu bila diobrolkan.

Seminar ini menghadirkan langsung pemateri yang ahli dalam bidangnya, Ibu Siti Masitoh, AMd. Keb, S.Psi, salah satu orang yang bekerja dalam Kementrian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di Boyolali. Diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari Anak-anak SMALB dan SMPLB Baik dari tuna rungu,tuna daksa, tuna grahita. Acara ini juga diikuti seluruh guru SLB B-C YPCM Boyolali. Di sana membahas berbagai aspek yang relevan, termasuk peran pendidikan seksual dalam mencegah pergaulan bebas, strategi komunikasi yang efektif dengan generasi Z, dan pentingnya membangun hubungan yang terbuka dan jujur dengan anak-anak. Ibu Masitoh menekankan perlunya memperkuat pendidikan seksual dalam sistem pendidikan dan dalam keluarga. Beliau menjelaskan bagaimana komunikasi yang komprehensif dan berbasis fakta dapat memberikan pemahaman yang seimbang tentang hubungan sehat, persetujuan, kontrasepsi, dan perlindungan diri.

Selain itu, seminar ini menyajikan studi kasus dan penelitian yang menyoroti dampak positif dari pendidikan seksual yang diberikan secara tepat. Para peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan perubahan apa yang dialami anak ketika bertemu lawan jenis dan apa yang perlu diketahui tentang dirinya dan orang lain. Bapak Eko kradiyanto, S.Psi selaku ketua acara saat ditemui menjelaskan bahwa “anak-anak remaja cenderung tidak memiliki kontrol terhadap dirinya, tidak berbeda dengan anak pada umumnya anak yang memiliki keterbutuhan khusus, juga perlu mengetahui batasan-batasan, norma, dampak negatif dari pergaulan bebas.”

Peserta seminar, yang terdiri dari pendidik, dan peserta didik, merasa seminar ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya pendidikan seksual yang komprehensif. Mereka juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana melibatkan generasi Z secara efektif dan membantu mereka dalam membangun kesadaran tentang perlindungan diri dan hubungan yang sehat.

Pengging Fair 2023 “INI KARYA KAMI, KAMI BEDA KAMI BISA””

Pengging Fair diadakan dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Event ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1967 hingga sekarang dengan menampilkan pertunjukan kesenian dan musik dalam satu panggung. Acara juga dimeriahkan dengan karnaval dari beberapa sekolah ataupun komunitas lainnya. Acara Pengging Fair bakal berlangsung di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono,  Kabupaten Boyolali pada 9 September 2023.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat yang berkesempatan membuka acara ini. Menurut orang nomor satu di Kabupaten ini, “masyarakat Kabupaten Boyolali sebenarnya memiliki kreatifitas dan inovasi sekalipun mereka memiliki keterbatasan seperti siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali ini. Sehingga Bupati Said berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan dikembangkan sebagai wujud untuk menjaga nilai nilai budaya serta menunjukkan bahwa dengan keterbatasan mental tidak mengurangi semangat para disabilitas untuk terus menunjukkan potensi yang mereka miliki.”

Ketua Panitia, Rio Ade Candra menyampaikan bahwa acara ini diawali dengan kirab budaya yang diikuti oleh 23 peserta. Kirab tersebut dimulai dari halaman Kantor Kecamatan Banyudono dan finish di panggung utama yang ada di Alun Alun Pengging. Tiba di panggung utama, para peserta menunggu giliran untuk tampil dihadapan Bupati Boyolali. Mereka menampilkan berbagai atraksi seni budaya yang tampak menghibur. Dimana SLB B-C YPCM Boyolali turut memeriahkan acara tersebut dengan menampilkan gedruk, drumband, dan fashon show. Salah satu siswa yang mengikuti acara ini menyampaikan “saya suka, karena saya merasa bisa menunjukkan kepada teman-teman diluar bahwa anak SLB seperti kami juga bisa berkarya dan berkontribusi untuk meramaikan acara-acara besar seperti Pengging Fair ini”. 

Bupati Kabupaten Boyolali sangat antusias dengan apa yang ditampilkan siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali. Beliau merasa sangat bangga dengan para siswa-siswi disabilitas yang dengan bangga menampilkan dan memeriahkan acara Pengging Fair 2023 ini. Ucapan terima kasih dari ketua panitia beserta jajarannya disampaikan kepada siswa-siswi SLB B-C YPCM Boyolali secara langsung setelah melakukan foto bersama dengan Bupati Boyolali.

”DARI KITA UNTUK KITA” Serunya Belajar Bahasa Isyarat Bersama Alumni SLB B-C YPCM Boyolali

Bahasa Isyarat

Disabilitas rungu atau tuli merupakan keterbatasan fisik seseorang untuk mendengar. Komunikasi memiliki peran utama dalam kehidupan manusia. Kualitas komunikasi dua arah yang baik akan menciptakan penyaluran informasi yang efektif. Tidak berbeda dengan bahasa-bahasa lain, bahasa isyarat merupakan bahasa yang memiliki fungsi penting, yaitu salah satu alat mengakses informasi. Bahasa isyarat merupakan hak disabilitas rungu dan wicara yang harus dijunjung tinggi. Jenis Bahasa isyarat yang terdapat di Indonesia sendiri, yakni Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Pada 8 Juli 2023 SLB B-C YPCM Boyolali kedatangan tamu para alumni. Para alumni SLB B-C YPCM Boyolali, Erna, Sari dan Nurul mengajarkan kepada para siswa Bahasa isyarat BISINDO. Diadakannya pembelajaran bahasa isyarat dengan alumni bertujuan untuk membekali siswa dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Erna mengajarkan bahasa isyarat warna, nama-nama hari, dan nama-nama bulan sedangkan Nurul mengajarkan beberapa kalimat pendek seperti selamat pagi, selamat makan, dan kalimat pendek lainnya. Kemudian, para siswa diminta untuk mengulang kembali bahasa isyarat yang sudah diajarkan guna mengulas dan mengingat kembali apa yang sudah diperoleh dari para alumni.

Fito siswa kelas VIII B mengungkapkan “sangat terbantu untuk mengenal bahasa isyarat baru, sedikit tapi saya mengerti” dengan perasaan yang bahagia. Selain itu, siswa kelas 5 B juga memberikan respon yang sangat luar biasa atas apa yang telah mereka peroleh dari para alumni SLB B-C YPCM Boyolali “bagus, saya suka karena mendapatkan ilmu baru dari kakak-kakak”. 

Dengan kedatangan para alumni tersebut sekaligus berbagi cerita membuat para siswa termotivasi untuk melakukan komunikasi dua arah, sehingga memudahkan para siswa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ibu Reffi dan Ibu Hanna selaku wali kelas B juga sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak-kakak alumni SLB B-C YPCM Boyolali karena mau meluangkan waktunya untuk berbagi ilmu dengan adik-adiknya. Kiranya akan membantu adeik-adik ini dalam kehidupan sehari-harinya.