Salam Literasi !!

Literasi sangat berguna dalam kehidupan kita di dunia ini, karena dalam mehamai informasi kita harus punya kemampuan membaca dan juga memahaminya dengan baik. Jika kita tidak menerapkan Literasi dalam kehidupan sehari-hari maka kita tidak bisa memilah informasi yang didapatkan dengan baik. Literasi juga memiliki beberapa jenis, yang mana setiap jenis literasi memiliki tujuan dan manfaat tersendiri bagi individu dan masyarakat. Beberapa jenis literasi yaitu ada literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, dan literasi finansial, dll.
Pada kesempatan kali ini (Rabu,8 November 2023) para siswa mengunjungi perpustakaan daerah Boyolali. Penyambutan yang sangat hangat, dimana sudah disediakan fasilitas khusus difabel. Terdapat 4 lanta di Perpustakaan Daerah Boyolali. PAra siswa diperlihatkan ruang audiovisual lantai 2 kemudian dilanjutkan ke ruang baca lantai 4. “Siswa yang luar biasa semangatnya untuk mengetahui hal-hal baru yang ada disekitarnya. Walau banyak kurangnya mereka tetap semangat untuk belajar dan terus belajar” ujar Bu Rohmiati selaku penanggung kunjungan.
Literasi merupakan hal yang sangat penting karena dengan literasi pikiran kita akan terbuka untuk menemukan solusi dari hal-hal yang terjadi di sekitar kita sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan literasi kita tidak gampang ditipu oleh hoaks, sehingga kita lebih selektif dalam menerima informasi. Rendahnya budaya literasi juga merupakan permasalahan kompleks yang memerlukan pendekatan multifaset untuk mengatasinya. Dengan mendorong kebiasaan membaca, meningkatkan akses terhadap bahan bacaan, mendorong literasi digital, meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi, dan berinvestasi pada infrastruktur pendidikan, Indonesia dapat berupaya meningkatkan angka melek huruf dan mendorong budaya literasi.
“sering-sering ke perpustakan ya pak, banyak buku yang ingin saya baca. banyak buku yang ada gambarnya juga. ada ac juga jadinya enak” ujar salah satu murid tunagrahita. Hal ini menggambarkan bahwa dengan keterbatasan mental atau fisik tidak menghalangi mereka untuk menggali pelajaran, informasi atau ilmu yang ada diluar sekolah. Antusiasme para siswa menunjukkan bahwa “Dengan membaca kamu mengenal dunia. Dengan menulis kamu dikenal dunia.”