Pada Senin, 6 November 2023 Tim Guru mengadakan pelatihan hidroponik guna memanfaatkan lahan yang kosong di lantai 2 sekolah. Selain itu, Tim Guru ingin mengajarakan kepada peserta didik dalam menanam sayuran atau tumbuhan lainnya secara hidroponik. Tim Guru dibantu oleh Tim Hidroponik Tandur dari Singkil, Boyolali. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah.

Hidroponik adalah salah satu cara untuk melakukan budidaya tanaman. Berbagai jenis sayuran dan buah-buahan bisa dibudidayakan dengan menggunakan metode ini. Metode ini tidak menggunakan media tanam tanah namun diganti dengan menggunakan media air yang mengandung nutrisi serta mineral tertentu untuk menjadi media tanam. Menanam dengan teknik hidroponik adalah cara yang ramah lingkungan karena prosesnya menggunakan bahan-bahan alam dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan. Karena prosesnya yang organik, maka sayur dan buah hasil budidaya hidroponik cenderung lebih sehat. “Sangat antusias sekali adik-adik ini dalam mendengarkan pemaparan dan praktik membuat hidroponik ini. Sangat aktif bertanya karna mungkin mereka mendapat hal baru” ujar Mas Irawan selaku ketua Tim Hidroponik Tandur. Sebelum melakukan praktek lapangan, para peserta didik diberi pengaran materi terkait apa yang harus dilakukan saat dilapangan nantinya. Teknik hidroponik memberikan banyak sekali manfaat, baik bagi tanamannya maupun bagi orang yang merawatnya.
Setelah pemaparan materi para peserta didik melakukan praktik. Mulai dari menanam benih di dalam spons, kemudian memindahkannya kedalam tempat hidroponik yang sudah disediakan oleh Tim Guru sebelumnya. Para peserta didik sangat berantusias dalam melakukan penanaman hidroponik. Sayur yang ditanam antara lain selada air, kanggung, dan pakcoy. “Saya sangat suka karena ini hal baru, jadi bisa praktek dirumah pakai botol aqua bekas bu” ujar Rakha salah seorang peserta didik. Pak Eko Kardiyanto selaku pembimbing dan penanggung jawab projek sekolah ini juga menuturkan banyak termakasih terhadap Tim Hidroponik Tandur yang sudah berkenan mengajarkan dan berbagi ilmu dengan peserta didik SLB B-C YPCM Boyolali. Peserta didik harus menunggu hingga 1 bulan guna memanen sayur yang sudah mereka tanam.